Sejarah

Pertanyaan

1. Analisis persinggungan kerajaan Islam dengan bangsa bangsa barat
2. kehidupan kerajaan Islam di Sumatera

1 Jawaban

  • -Malaka dan Aceh menghadapi Portugis dan Belanda
    Maksud utama Portugis menduduki Malaka adalah untuk menguasai perdagangan yang melalui Selat Malaka atau yang melakukan perdagangan dengan Malaka semata-mata. Karena usaha orang-orang Portugis untuk menguasai Malaka, terjadilah perang dengan Sultan Mahmud Syah dan rakyatnya.
    Sejak Portugis menduduki Malaka pada tahun 1511, agama yang merupakan salah satu factor penting dalam mengadakan eskpansi mulai mundur, karena Faktor Ekonomilah yang pertama. Pada akhir pemerintahan Iskandar Muda di daerah Pantai Barat Sumatera pemerintahan setempat mulai merasakan kelonggaran dari pengawasan pusat sehingga panglima-panglima mengambil keuntungan bagi diri sendiri. Sultan memalingkan persahabatannya kepada orang-orang Portugis karena orang-orang Belanda memberi bantuan kepada Johor. Keadaan inilah yang menjadi pemicu bagi Belanda untuk menyerang malaka pada tahun 1641, serangan ini sangat merugikan supremasi dagang dan peranan politik Aceh.

    · Maluku Menghadapi Portugis, Spanyol, dan Belanda
    Pada tahun 1529, Dom Jorge de Meneses dengan sekutunya Ternate dan Bacan menyerbu Tidore dan mengalahkan Tidore dan orang-orang Kastilia (Spanyol). Dom Jorge de Meneses Goncalo Pereira dibunuh oleh orang-orangnya sendiri Karena memaksa orang-orang Ternate untuk menyetor 1/3 hasil cengkih mereka untuk raja Portugal. Tristoa de Altaida, pada tahun 1533, karena tindakannya yang kasar menimbulkan pemberontakan, sehingga raja Ternate yang biasanya menjadi sekutu memusuhinya. Penduduk dari Papua sampai Jawa telah dimobilisasi atau diminta bantuannya untuk mengusir Tristoa Altaida dan orang-orang Portugis lainnya. Orang-orang Ternate kemudian membakar benteng Portugis dan sebagian kota Ternate. Tidore dan Bacan pun dipertahankan dan pertempuran melawan Portugis dimulai dengan sengit. Mereka pun berhasil merampas senjata api dan senjata lainnya dari orang-orang Portugis.
    Untuk beberapa tahun perlawanan rakyat Maluku terhadap kompeni boleh dikatakan reda. Tetapi sejak tahun 1650, timbul lagi perlawanan yang lebih meluas yaitu dari daerah Ambon sampai Ternate. Perlawanan yang di pimpin Saidi sangat mencemaskan kompeni Belanda karena seluruh daerah penghasil rempah-rempah dibakar. Ketika perang sedang berkobar datanglah De Vlamingh Van Oosthoorn membawa bala bantuan. Tidak lama kemudian Saidi tertangkap dan ditusuk belati oleh De Vlamingh, sehingga gugur. Dengan demikian, perlawanan rakyat di daerah Maluku itu dapat ditumpas. Selanjutnya, sultan Ternate yang Sah harus membuat suatu perjanjian baru dimana Sultan Ternate tidak perlu lagi menempatkan wakilnya di kepulauan Ambon karena segala urusan ditangani kompeni sendiri.
    Pada masa pemerintahan “Sultan Amsterdam” tahun 1675, timbul lagi perlawanan terhadap kompeni berada di bawah gubernur yang bernama Padbrugge. Perlawanan itu tidak berhasil dan Sultan Amsterdam dipaksa menyerahkan diri dan kemudian diasigkan ke Batavia. Dengan demikian, kebijakan VOC menegakkan monopoli perdagangan rempah-rempah di daerah Maluku berhasil, berarti bahwa VOC berhasil menanamkan kekuasaan politik kolinialnya di daerah Maluku.
    · Banten dan Mataram Menghadapi Belanda
    Banten merupakan kerajaan Islam yang mulai berkembang pada abad ke-16, setelah pedagang-pedagang dari India ,Arab, dan Persia mulai menghindari Malaka yang pada tahun 1511 telah dikuasai Portugis orang-orang Belanda dicurigai ketiga datang untuk pertama kali pada tahun 1596. Akan tetapi setelah mereka menerangkan maksud kedatangannya mereka pun diterima dengan baik . Mangkubumi Banten yang juga memangku wali raja datang ke kapal dimana antara Mangkubumi dan Cornelis de Houtman dibuat suatu perjanjian persahabatan yang mengatakan bahwa Belanda boleh berdagang dengan bebas di Banten.
    Persaingan antara Portugis dan Belanda dalam bidang perdagangan pada abad ke-17 membawa ke suatu arena perang kerajaan-kerajaan.Semuanya hendak mengambil rempah-rempah dari Banten.Eropa mengalami perubahan politik dengan bersatunya.
    -Kerajaan Samudera Pasai



    Berikut ini adalah urutan para raja yang memerintah di Samudera Pasai, yakni:

    (a) Sultan Malik as Saleh (Malikul Saleh).

    (b) Sultan Malikul Zahir, meninggal tahun 1326.

    (c) Sultan Muhammad, wafat tahun 1354.

    (d) Sultan Ahmad Malikul Zahir atau Al Malik Jamaluddin, meninggal tahun 1383.

    (e) Sultan Zainal Abidin, meninggal tahun 1405.

    (f) Sultanah Bahiah (puteri Zainal Abidin), sultan ini meninggal pada tahun 1428.

Pertanyaan Lainnya